Barcelona Dihajar Atletico 0-4, Taktik Hansi Flick Dipertanyakan Pemain Blaugrana

1 month ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona menelan kekalahan pahit saat menghadapi Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Dalam laga yang digelar di Riyadh Air Metropolitano, Jumat (13/02/2026), Blaugrana tumbang dengan skor telak 0-4.

Petaka Barcelona sudah datang sejak menit keenam lewat gol bunuh diri Eric Garcia. Setelah itu, Atletico tampil tanpa ampun dan terus menekan lini pertahanan tim tamu.

Antoine Griezmann menggandakan keunggulan tuan rumah pada menit ke-14. Ademola Lookman dan Julian Alvarez kemudian menambah derita Barcelona masing-masing pada menit ke-33 dan 45+2.

Hasil ini menjadi kekalahan terburuk Barcelona dari Atletico sejak 1960. Situasi tersebut langsung memunculkan tanda tanya besar terhadap pendekatan taktik Hansi Flick.

Reaksi Hansi Flick Usai Barcelona Dibantai Atletico

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mencoba tetap tenang di hadapan publik setelah pertandingan berakhir. Ia mengaku tetap bangga dengan perjalanan timnya sepanjang musim ini meski hasil di Madrid sangat mengecewakan.

Namun, laporan dari Catalonia menyebut suasana berbeda terjadi keesokan harinya. Flick dikabarkan menunjukkan kemarahan terbesarnya sejak tiba di klub dan mempertanyakan intensitas serta komitmen para pemain pada babak pertama.

Ia menilai energi timnya jauh dari standar yang diharapkan dalam laga sebesar semifinal. Sorotan utama tertuju pada bagaimana Barcelona begitu mudah ditembus lewat skema serangan balik dan pergerakan cepat pemain Atletico.

Direktur Sepak Bola Barcelona, Deco, juga disebut memiliki pandangan serupa. Ia menilai kurangnya intensitas pada 45 menit pertama menjadi faktor utama yang membuat tim terpuruk sebelum turun minum.

Pemain Barcelona Pertanyakan Taktik Flick

Meski menerima kritik soal daya saing, skuad Barcelona disebut tidak sepenuhnya sepakat jika semua kesalahan dibebankan pada mentalitas. Laporan The Athletic menyebut para pemain mengadakan pembicaraan tak terjadwal dengan Flick setelah kekalahan tersebut.

Dalam diskusi itu, para pemain menyampaikan bahwa kondisi pertandingan tidak ideal untuk tetap memaksakan garis pertahanan tinggi dan pressing intensif. Mereka menilai pendekatan tersebut justru membuka ruang besar yang berulang kali dimanfaatkan Atletico.

Kekalahan ini bukan kejadian tunggal musim ini. Barcelona sebelumnya juga kesulitan ketika bermain imbang 3-3 melawan Club Brugge dan saat kalah 1-4 dari Sevilla dalam pola pertandingan yang serupa.

Absennya Pedri dan Raphinha juga disebut menjadi faktor penting dalam evaluasi internal tim. Tanpa Pedri untuk menjaga kontrol lini tengah dan tanpa Raphinha di sepertiga akhir, para pemain merasa sistem Flick lebih sulit dijalankan secara efektif, sehingga mereka meminta pendekatan yang lebih pragmatis sesuai lawan dan kondisi skuad.

(The Athletic)

Kemenangan Dramatis AC Milan atas Pisa Bukan Sekadar Tiga Poin!

Read Entire Article
Bisnis | Football |