Bahrain Cabut Kewarganegaraan dari 69 Orang Gegara Dicap Dukung Iran

11 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Bahrain mencabut kewarganegaraan sekitar 69 warganya karena diduga mendukung Iran.

Pada Senin (27/4), Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan pencabutan kewarganegaraan 69 orang setelah mereka dituduh bersimpati kepada Iran dan "berkolusi dengan pihak asing".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah ini diambil setelah Teheran melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas di Bahrain dalam rangkaian perang yang dimulai Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Keputusan yang dikeluarkan Raja Hamad bin Isa Al Khalifa itu menyebut seluruh 69 orang tersebut "berasal dari keturunan non-Bahrain".

Berdasarkan hukum Bahrain, kewarganegaraan seseorang dapat dicabut apabila dianggap merugikan negara atau menunjukkan ketidaksetiaan.

Dikutip Al Jazeera, lembaga Bahrain Institute for Rights and Democracy yang berbasis di London menyebut langkah tersebut sebagai tindakan "berbahaya" dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Organisasi itu mengatakan identitas para individu tersebut tidak diumumkan ke publik. Selain itu, belum jelas apakah mereka telah ditangkap, berada di dalam atau luar Bahrain, serta apakah mereka memiliki kewarganegaraan lain.

Bahrain memiliki populasi penduduk Syiah yang cukup besar. Mayoritas penduduk Syiah di Bahrain telah lama menuduh pemerintah meminggirkan mereka.

Saat gelombang Arab Spring pada 2011, demonstrasi besar menentang kepemimpinan negara itu pecah.

Pemerintah Bahrain selama bertahun-tahun menuduh Iran berada di balik upaya memicu keresahan di dalam negeri.

Sementara itu, Iran memang mulai menyerang negara-negara Arab sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel ke negaranya pada 28 Februari.

Iran menuduh negara-negara yang menjadi sasaran ini telah mengizinkan AS menggunakan wilayah mereka untuk melancarkan serangan. Sejumlah negara Arab sasaran Iran ini memang menampung situs dan pangkalan militer AS.

Serangan balasan Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas militer AS di kawasan, termasuk pangkalan angkatan laut di Bahrain yang dihantam rudal dan drone.

Iran menghentikan serangannya terhadap negara-negara Teluk pada 9 April, setelah diberlakukannya gencatan senjata yang dimediasi Pakistan.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |