Aziz Calim Sakit, Eko Roni Lawan Randi Fabian di Prime Kumite Championship 3 2026

4 days ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Aziz Calim dipastikan batal bertarung melawan Eko Roni Saputra di Prime Kumite Championship 3 2026. Aziz mendadak jatuh sakit. Namun Eko Roni tetap akan turun berlaga pada ajang yang berlangsung di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026.

Prime Kumite langsung menemukan lawan pengganti untuk Eko Roni. Randi Fabian yang dipilih menggantikan Aziz Calim. Duel Randi vs Eko bakal menjadi co-main event di Prime Kumite 3.

“Saya kaget pas dihubungi untuk menggantikan Aziz melawan Eko tapi saya bangga. Ini sejarah bagi saya selama fight. Apalagi bisa bertarung sama Eko Roni yang merupakan salah satu legenda MMA Indonesia. Saya masih baru, saya berharap bisa meniru permainan beliau,” ujar Randi dalam jumpa pers di kawasan Senen, Jumat (30/1/2026).

Meski mengalami perubahan lawan di saat akhir, Eko Roni siap bertarung dan mengalahkan Randi dalam duel yang juga akan disiarkan Vidio itu.

“Saya baru ditelepon kalau Aziz tidak bisa main. Saya kecewa sih tapi tidak masalah. Siapaun lawannya saya siap hadapi karena saya profesional. Sejauh ini saya tidak pernah pilih-pilih lawan,” papar Eko Roni.

Alasan Dipilihnya Randi

Dipilihnya Randi sebagai pengganti ada pertimbangan tersendiri. CEO Prime Kumite Championship, Umar Hasan melihat Randi sebagai sosok yang akan bisa merepotkan Eko Roni.

“Saya rasa sosok Randi akan bisa memberikan tantangan cukup berat kepada Eko Roni. Randi sudah punya pengalaman sehingga bisa merepotkan Eko Roni,” tutur Umar.

Prime Kumite Championship 3 ini akan memiliki 13 pertarungan dengan melibatkan 26 petarung. Partai utamanya mempertemukan Deni Arif melawan Alan Lolo.

"Ada Deni Arif melawan Alan Lolo di main event, ada Deni Daffa yang ketemu Pahala Sitanggang. Ada pula Vincent Madjid menantang pemegang sabuk Open Weight Harianja Pukmes, dan Rama Supandi melawan Adiputra," kata Umar.

Naungan KOBI

Umar mengatakan, Prime Kumite Championship ini adalah sebuah kejuaraan yang awalnya merupakan wadah untuk karate profesional yang pada akhirnya membuka diri untuk beladiri lainnya. Event ini berada di bawah pengawasan Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI).

"Karena jika kita membatasi diri dengan karate, maka kita tidak bisa mengembangkan combat sport seutuhnya," katanya. Menurut Umar, para warrior yang akan berlaga di Prime Kumite Championship ini, banyak yang memiliki background sebagai juara SEA Games dan PON, maupun dari organisasi atau promotor profesional lainnya, seperti One Pride, Brave FC dan One Championship. "Ada pula yang berasal dari TNI dan Polri, yang seluruhnya merupakan atlet profesional. Tidak ada influencer maupun artis di event ini," terang Umar. Perwakilan dari Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) Wasit Juri Senior Wiwid Sanshou, mengatakan, KOBI mensupport tidak hanya MMA, namun semua combat sport yang ada di Tanah Air. "Tentu saja dengan standar perangkat pertandingan yang diregulasi oleh KOBI, sebagaimana di kejuaran Prime Kumite Championship pertama, kedua, dan yang ketiga ini," kata Wiwid. "Semoga pertandingannya aman dan lancar dan para warriors bisa menampilkan pertarungan yang spektakuler di awal tahun 2026 ini," pungkasnya.  

Read Entire Article
Bisnis | Football |