Atletico Madrid Murka dengan Insiden VAR di Laga Kontra Barcelona: Memalukan!

1 month ago 26

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan Atletico Madrid dari Barcelona di Metropolitano pada akhir pekan lalu menjadi sorotan karena keputusan kontroversial dari tim wasit. Laga yang berakhir dengan skor 1-2 itu memicu kemarahan kubu tuan rumah.

Insiden terjadi pada awal babak kedua ketika pemain Barcelona Gerard Martin awalnya mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Thiago Almada. Namun keputusan tersebut kemudian berubah setelah tinjauan VAR.

Setelah meninjau ulang tayangan video, wasit memutuskan menurunkan hukuman menjadi kartu kuning. Keputusan itu memicu kemarahan Atletico Madrid, yang merasa dirugikan dalam pertandingan tersebut.

Atletico Ajukan Keluhan Resmi

Kemarahan Atletico semakin besar karena mereka sebelumnya sudah harus bermain dengan 10 pemain sebelum turun minum. Situasi tersebut membuat keputusan terkait Martin dianggap sangat menentukan jalannya pertandingan.

Klub asal Madrid itu kemudian mengajukan keluhan resmi kepada Komite Teknis Wasit Spanyol atau CTA. CEO Atletico Madrid Miguel Angel Gil Marin bahkan memilih untuk berbicara secara terbuka mengenai insiden tersebut.

Ia mengaku kecewa dengan cara Federasi Sepak Bola Spanyol menangani situasi tersebut. Menurutnya, rekaman gambar dan audio yang dibagikan federasi justru memperlihatkan hal yang memalukan.

“Ketika kami melihat gambar dan mendengarkan audio yang dibagikan oleh Federasi, yang tersisa hanyalah rasa malu," ujar Gil Marin.

"Tidak mungkin mereka membiarkan kami mendengarkan komentar mereka, yang sepenuhnya bertentangan dengan cara kerja VAR yang seharusnya."

Atletico Pertanyakan Peran VAR

Gil Marin juga menilai VAR tidak seharusnya campur tangan dalam keputusan awal yang dibuat oleh wasit lapangan Mateo Busquets Ferrer. Menurutnya, keputusan kartu merah tersebut bukanlah kesalahan yang jelas dan nyata.

Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai intensitas pelanggaran seharusnya tetap berada di tangan wasit utama di lapangan. VAR, menurutnya, hanya boleh digunakan untuk memperbaiki kesalahan yang benar-benar jelas.

“Wasit di lapangan harus memiliki tanggung jawab dan membuat keputusan dengan menafsirkan niat dari setiap tindakan," lanjut Gil Marin.

"VAR seharusnya hanya campur tangan untuk memperbaiki kesalahan yang tidak dapat ditafsirkan, bukan untuk mengambil keputusan menggantikan wasit utama.”

“Tidak normal bahwa kriteria penilaian telah berubah dan kami tidak tahu apa yang bisa menjadi ekspektasi kami. Masalah seperti ini telah terjadi kepada kami dalam dua pertandingan terakhir. Hal ini tidak masuk akal.”

Persija Gagal Menang Lagi, Kini Makin Jauh dari Persib dan Borneo FC di Klasemen BRI Super League

Read Entire Article
Bisnis | Football |