Atlet 13 Tahun China Rebut 2 Emas Asian Games 2026, Waktunya Dekati Rekor Dunia

6 hours ago 10

Liputan6.com, Tokyo - Yu Zidi menambah daftar juara renang Asian Games 2026. Perenang China berusia 13 tahun itu merebut emas kedua dan langsung menempatkan diri sebagai ancaman nyata di nomor gaya ganti putri, dengan catatan waktu yang sudah sangat dekat dengan rekor dunia.

Emas teranyar miliknya datang dari 200 meter gaya ganti perorangan putri di Kolam Renang Olimpiade Tokyo, Senin (21/9/2026). Yu mencatat 2 menit 6,10 detik. Patokan dunia saat ini dipegang perenang Kanada, Summer McIntosh, dengan 2 menit 5,70 detik atau hanya selisih 0,40 detik.

Raihan tersebut melengkapi kemenangan sehari sebelumnya pada 200 meter gaya kupu-kupu. Masih ada satu nomor yang menanti Yu di Tokyo, yakni 400 meter gaya ganti perorangan.

Ingin Duel dengan Summer McIntosh

Lompatan performa Yu mendapat sorotan karena usianya yang sangat muda. Selain itu, nomor-nomor yang ia ikuti beririsan dengan spesialisasi Summer McIntosh.

McIntosh memegang rekor dunia untuk 200 meter gaya kupu-kupu, 200 meter gaya ganti perorangan, dan 400 meter gaya ganti perorangan. Pada Olimpiade Paris 2024, perenang Kanada itu merebut tiga emas di ketiga nomor tersebut.

Pertemuan puncak keduanya berpeluang terjadi sebelum Olimpiade Los Angeles 2028. Agenda terdekat yang bisa mempertemukan Yu dan McIntosh adalah Kejuaraan Dunia Renang 2027 di Budapest, Hungaria.

Meski sedang naik daun, Yu memilih menjaga sikap. Ia menekankan pentingnya proses latihan dan tidak larut dalam euforia kemenangan beruntun.

"Saya tidak ingin terlalu percaya diri. Saya hanya akan terus bekerja keras," ujar Yu Zidi.

Ia juga menuturkan antusiasme yang tak berubah setiap kali turun bertanding dan merasakan hasil kerja di lintasan.

"Saya merasakan hal yang sama. Saya sama bersemangatnya hari ini. Hasil ini mencerminkan semua kerja keras yang saya lakukan selama latihan bersama tim pelatih," lanjutnya.

Nyaris Mengukir Sejarah

Nama Yu sudah mencuat sebelum Asian Games 2026. Pada usia 12 tahun, ia tampil di Kejuaraan Dunia 2025 di Singapura dan finis keempat pada tiga nomor yang diikutinya, serta membawa pulang perunggu melalui nomor estafet bersama tim China.

Tahun ini, sorotan makin besar setelah Yu mengalahkan perenang Amerika Serikat, Regan Smith, pada 200 meter gaya kupu-kupu di sebuah kejuaraan di China. Smith adalah peraih perak Olimpiade Paris 2024 di nomor tersebut.

Dengan dua emas yang sudah dikantongi di Asian Games 2026, Yu berpeluang masuk jajaran peraih emas termuda dalam sejarah ajang ini. Namun panitia menyebut belum dapat memastikan apakah ia yang termuda sepanjang masa karena data dari edisi awal Asian Games tidak sepenuhnya lengkap.

Di sisi lain, ia bukan atlet termuda yang tampil di Tokyo tahun ini. Predikat tersebut jadi milik Yuki Kurihara, atlet Jepang berusia 11 tahun yang berlaga di cabang esports.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Kinerja Persib Bandung di September 2026: Berjaya di Seoul

Read Entire Article
Bisnis | Football |