Asian Boxing Championship 2026 Digelar di Indonesia, Siap Guncang Ring Tinju Asia

9 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Asian Boxing Championship 2026 akan digelar di Indonesia. Kejuaraan ini akan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 mendatang dan bakal menjadi bagian dari kualifikasi menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles.

Keberhasilan ini merupakan sejarah besar dalam dunia tinju amatir internasional, di mana Indonesia memenangkan bidding dengan negara-negara di Asia. 

Kejuaraan bergengsi ini rencananya akan diikuti oleh sekitar 36 negara dengan total atlet mencapai 400 orang, menjadikannya salah satu ajang terbesar dalam kalender event World Boxing.

Dipilihnya Indonesia merupakan pencapaian luar biasa bagi kepengurusan PERBATI di bawah pimpinan Ray Zulham dan Sultan Sapta Bandaro.

"Alhamdulillah berkat Sultan dan tim, proposal kita diterima dan kita menjadi host Asian Boxing. Dan ini pertama kalinya Indonesia bisa meng-host event seperti ini. Biasanya kan seringnya di Thailand atau di Vietnam, ini pertama kalinya Indonesia bisa menyelenggarakan," kata Ray Zulham selaku Ketua PERBATI. 

Kemenangan bidding ini membuktikan bahwa manajemen olahraga tinju di Indonesia telah diakui secara internasional dan siap menyelenggarakan event berskala dunia.

"Jadi proses pitching itu lumayan kaget. Kami dapat arahan untuk buat persentasi tentang Asian Boxing Championship. Negara-negara lain juga ikutan. Ya, kami tak mau kalah karena kita sudah terakui oleh World Boxing. Kemarin kami datang ke Roma jauh-jauh, di sana diberi tahu kisi-kisinya. Kami masukkan (persentasi) dengan fasilitas-fasilitas yang kira punya. Alhamdullilah terpilih," kata Waketum I PERBATI, Sultan Sapta.

Strategi Pembinaan Berjenjang Menuju Olimpiade

Fokus utama dari penyelenggaraan berbagai kejuaraan ini adalah membangun fondasi yang kuat bagi para atlet untuk menatap target jangka panjang, yaitu Olimpiade Los Angeles 2028.

Pengurus PERBATI, Hengki Silatang, menekankan pentingnya program berkesinambungan melalui pembentukan skema atlet lapis satu, lapis dua, hingga rencana pembentukan lapis ketiga di masa mendatang.

Langkah strategis ini diambil karena prestasi di level Olimpiade mustahil diraih tanpa adanya regenerasi yang berkelanjutan dan sistematis.

"Karena kalau tidak berkesinambungan, target Olimpiade itu akan berat. Tetapi kalau itu dilakukan secara berkelanjutan dengan adanya lapis satu, dua, dan tiga, kita yakin bahwa tim Indonesia bisa menyumbangkan untuk bisa berpartisipasi dalam Olimpiade di LA 2028," ucap Hengki pada media, Selasa (3/2/2026).

Kesuksesan ini juga tidak lepas dari kerja sama erat dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang memberikan dukungan dan perhatian khusus terhadap cabang olahraga tinju. Kehadiran perwakilan Kemenpora dalam press conference ini membawa kabar baik mengenai peluang tinju untuk ditetapkan masuk ke dalam daftar 21 cabang olahraga prioritas nasional. Dukungan ini sangat krusial agar tinju mendapatkan fasilitas dan pendanaan yang lebih optimal guna menunjang persiapan para atlet menuju Asian Games maupun Olimpiade.

Read Entire Article
Bisnis | Football |