AS Roma Dihajar Inter Milan: Kekalahan Telak dan Pukulan Mental Giallorossi

1 month ago 24

Liputan6.com, Jakarta - AS Roma terpaksa pulang dengan tangan hampa setelah dilibas Inter Milan dengan skor mencolok 2-5. Pertandingan yang berlangsung di Giuseppe Meazza pada Senin (6/4/2026) dini hari WIB tersebut menjadi beban berat bagi psikologis skuad Serigala Ibu Kota.

Pasukan besutan Gian Piero Gasperini sebenarnya mengawali laga dengan performa yang cukup kompetitif. Akan tetapi, memasuki paruh kedua, skema permainan mereka mulai tidak teratur dan kehilangan kendali.

Laga baru berjalan satu menit saat gawang Roma dijebol oleh Lautaro Martinez, sebuah gol kilat yang seketika merusak rencana awal tim tamu. Gianluca Mancini sempat menghidupkan asa lewat gol penyeimbang, namun keadaan memburuk bagi Roma ketika bek andalan tersebut harus meninggalkan lapangan akibat cedera.

Setelah kepergian Mancini, pertahanan Roma mulai rapuh. Inter Milan sukses menambah pundi-pundi gol melalui aksi Hakan Calhanoglu, Marcus Thuram, Nicolo Barella, serta gol kedua dari Lautaro Martinez. Walaupun Lorenzo Pellegrini sempat memperkecil ketertinggalan, Roma tetap tidak mampu membalikkan keadaan.

Hasil negatif ini membuat posisi Roma dalam persaingan papan atas semakin genting. Selisih poin dengan rival di zona Liga Champions kini kian menjauh, yang secara otomatis meningkatkan tekanan bagi tim.

Pukulan Mental di Markas Inter

Gasperini menjelaskan bahwa kebobolan di awal laga memang merupakan situasi sulit. Meski demikian, ia menilai anak asuhnya masih memberikan perlawanan yang cukup solid selama paruh pertama pertandingan.

Kendala utama baru muncul setelah masa jeda. Tertinggal skor di babak pertama diyakini memberikan dampak psikologis yang signifikan terhadap kepercayaan diri para pemain di lapangan.

"Itu bukan hal mudah ketika kebobolan di detik-detik pertama, tetapi setelah itu saya melihat Roma yang bagus, meskipun tertinggal saat jeda babak pertama benar-benar menjadi pukulan bagi moral tim," ujar Gian Piero Gasperini kepada DAZN Italia.

"Gol ketiga secara khusus membuat kami kehilangan semangat, dan sejak saat itu kami benar-benar menderita di lapangan."

Dampak Cedera Gianluca Mancini

Momen keluarnya Gianluca Mancini dari pertandingan menjadi salah satu faktor penentu runtuhnya stabilitas tim. Tanpa kehadirannya, barisan belakang Roma tampak kehilangan arah dan sangat mudah ditembus lawan.

Gasperini mengakui bahwa kehilangan pemain pilar di tengah kondisi skuad yang belum lengkap sangat memengaruhi daya saing timnya.

"Tidak diragukan lagi, Mancini adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Ketika kami memiliki skuad yang lengkap, kami jauh lebih kompetitif, tetapi saat ini kami kehilangan cukup banyak pemain," tambah mantan pelatih Atalanta tersebut.

"Saya melihat Roma yang oke di babak pertama, hasil akhir membuat segalanya tampak jauh lebih buruk, tetapi diakui pertandingan sudah berakhir saat gol ketiga terjadi dan kita harus memberikan kredit kepada tim Inter yang sangat kuat," lanjutnya.

Jadwal Liga Champions: Barcelona vs Atletico Madrid, Real Madrid vs Bayern Munchen, PSG vs Liverpool

Read Entire Article
Bisnis | Football |