Liputan6.com, Jakarta - Legenda sepak bola Brasil dan dunia, Pele mengakhiri karier profesionalnya pada 1 Oktober 1977. Setelah 20 tahun merumput, dia melakoni laga terakhir bersama New York Cosmos melawan klub yang membesarkan namanya, Santos pada sebuah pertandingan persahabatan di Giants Stadium.
Lebih dari 80 ribu penggemar memadati stadion khusus untuk mengucapkan salam perpisahan kepada O Rei. Sosok yang mencetak lebih dari 1.000 gol sepanjang kariernya itu gantung sepatu dengan hanya pernah mengenakan seragam dari 2 klub yang bertemu di penghujung kariernya.
Fakta bahwa Pele tak pernah mengenakan seragam klub Eropa rasanya sulit dipercaya. Padahal, kala itu sepak bola Eropa sedang mengalami perkembangan signifikan. Klub besar seperti Real Madrid, AFC Ajax, Barcelona, hingga AC Milan sedang membangun pencapaian mentereng.
Ternyata, alasan Pele tak pernah berlabuh ke Eropa lebih rumit daripada sekadar transfer sepak bola belaka. Terdapat persoalan antara politik, ekonomi, dan keinginan pribadi pemain. Pada akhirnya, juara tiga edisi Piala Dunia tersebut hanya merumput bersama Santos dan New York Cosmos.
Tertahan Aturan Hukum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3603012/original/064945400_1634267604-000_VE904.jpg)
Perbesar
Sudah menjadi informasi umum bahwa Presiden Brasil kala itu, Janio Quadros mengeluarkan aturan hukum yang menetapkan Pele sebagai ‘harta karun nasional.’ Aturan tersebut melarang sang bintang negara untuk dijual kepada klub di luar Negeri Samba.
Selain ketentuan yang diberikan pemimpin negara, Pele juga tak dapat dibeli oleh klub lain karena terikat kontrak yang rumit dengan Santos. Pada masa tersebut, klub-klub Brasil memiliki hak penuh atas karier para pemain. Oleh karena itu, pemain tidak memiliki kebebasan untuk memutuskan pindah klub.
Sempat Dilirik Klub Top Eropa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1316587/original/040666100_1471081445-13082016_Pele.jpg)
Perbesar
Sebagai pemain terhebat pada masanya, ketertarikan klub-klub Eropa terhadap Pele selalu datang di setiap waktu. Salah satunya adalah Inter Milan yang hampir mendaratkan sang megabintang pada 1958. Pada akhirnya, kesepakatan mesti dibatalkan akibat Santos mendapat tekanan dari para penggemar karena menjual idola mereka.
Bukan hanya Inter Milan, nama-nama lain seperti Real Madrid dan Manchester United juga tak luput dari rumor kedatangan Pele. Bahkan, klub Valencia berhasil mencapai kesepakatan untuk memboyongnya ke Spanyol. Meski begitu, performa gemilang Pele di Piala Dunia 1958 sekali lagi membuat Santos enggan melepasnya.
Pensiun dan Kembali Merumput
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199595/original/026686100_1666363713-Pele.jpg)
Perbesar
Sempat menyatakan pensiun pada tahun 1974 di Santos, Pele memberi kejutan ketika mengumumkan bahwa ia telah menandatangani kontrak dengan klub asal Amerika Serikat, New York Cosmos setahun setelahnya. Kedatangan Pele dianggap sebagai langkah untuk mempromosikan sepak bola di Negeri Paman Sam.
Walau usianya sudah tak lagi prima, sosok yang sempat menjabat sebagai Menteri Olahraga Brasil tersebut tetap tampil mengesankan. Pele mencatatkan total lebih dari 35 gol dalam 64 pertandingan. Ia juga membawa New York Cosmos merengkuh trofi Soccer Bowl Championship pada tahun 1977.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Jadi Kapten Timnas Indonesia, Ini Reaksi Kevin Diks

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/8080502/original/007927900_1780926576-20260608AA_OT_Timnas_Indonesia-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353243/original/007546000_1789954795-verdonk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354049/original/008188200_1789993676-Putri_KW.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/8219771/original/041348600_1781079539-AA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336095/original/051698700_1788111482-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309600/original/043534600_1785232079-000_C3CU7WA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7129633/original/070818900_1779915493-AP26147701877590.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534880/original/096303800_1773897706-Barcelona_vs_Newcastle_United-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5270251/original/077468000_1751424429-AP25183053313296.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331265/original/079901400_1787535131-Juventus_s_Bremer_and_Juventus_s_Francisco_Conceicao.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456394/original/065148700_1766853723-ryan-gravenberch-liverpool-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4726788/original/061035200_1706239100-20240126-Korea-Selatan-Vs-Malaysia-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9300645/original/050554300_1784363321-IMG_2678.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568079/original/010383500_1777349195-AP26117712767048.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355165/original/058495600_1790078150-WhatsApp_Image_2026-09-22_at_18.48.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5189156/original/064486800_1744762046-000_42FX4BC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9355103/original/025650600_1790074265-IMG_1981.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350309/original/067564400_1789610868-Barcelona_s_Raphinha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320309/original/093212500_1786344687-tan.jpg)





























