6 Klub Top Ini Gagal Lolos Kompetisi Eropa Musim Depan

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi antarklub di Eropa selalu menjadi target minimal bagi tim-tim papan atas di panggung domestik. Namun, dengan meningkatnya intensitas persaingan dalam sepak bola modern, status "klub besar" tidak lagi menjamin mereka akan lolos ke Liga Champions, Liga Europa, atau bahkan UEFA Conference League.

Musim 2025/2026 menyuguhkan sejumlah kejutan yang mengejutkan banyak pihak. Banyak klub-klub tradisional dari liga-liga top seperti Premier League, Bundesliga, La Liga, Serie A, dan Eredivisie justru terancam tidak dapat berpartisipasi di kompetisi Eropa pada musim yang akan datang.

Menariknya, ada klub-klub yang pernah meraih gelar juara di turnamen antarklub Eropa, tetapi kini berada dalam risiko untuk tidak tampil musim depan. Siapa saja klub-klub tersebut? Berikut adalah enam klub besar Eropa yang saat ini berada dalam situasi yang sangat krisis.

1. Lazio

Klub yang dikenal dengan sebutan I Biancocelesti kembali mengalami musim yang kurang memuaskan di Serie A. Meskipun kekalahan tak terduga Juventus dari Fiorentina pada akhir pekan lalu memberikan sedikit harapan untuk meraih tempat di Liga Champions, Lazio tidak mampu memanfaatkan kesempatan tersebut.

Di sisi lain, mereka justru harus menerima kekalahan dari rival sekota mereka, AS Roma, dengan skor 0-2. Dengan hasil tersebut, Lazio dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam kompetisi Eropa untuk tahun kedua berturut-turut.

Hal ini sangat mengecewakan, mengingat I Biancocelesti hampir selalu tampil di turnamen Eropa selama dua dekade terakhir. Penunjukan kembali Maurizio Sarri sebagai pelatih juga tidak memberikan perubahan yang berarti. Akibatnya, Lazio harus menghadapi kenyataan pahit terjebak di papan tengah Serie A.

2. Eintracht Frankfurt

Eintracht Frankfurt telah dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam kompetisi Eropa pada musim mendatang. Klub yang berkompetisi di Bundesliga ini hanya mampu menyelesaikan liga di urutan kedelapan, dengan selisih tiga poin dari zona UEFA Conference League.

Dalam beberapa tahun terakhir, Frankfurt cukup dikenal dengan kehadirannya di kompetisi Eropa, bahkan mereka berhasil meraih gelar Liga Europa pada musim 2021/2022. Namun, situasi berbeda terjadi musim ini, di mana segala sesuatunya tampak tidak berjalan sesuai harapan.

Kehilangan sejumlah pemain kunci seperti Omar Marmoush dan Hugo Ekitike menjadi masalah besar yang tidak dapat diatasi dengan baik oleh tim. Selain itu, performa pertahanan mereka juga sangat lemah, yang semakin memperburuk keadaan. Meskipun telah melakukan pergantian pelatih dari Dino Toppmoller ke Albert Riera, upaya tersebut ternyata tidak mampu menyelamatkan musim mereka yang penuh kesulitan. Dengan kondisi ini, tampaknya Frankfurt harus melakukan evaluasi menyeluruh agar dapat kembali bersaing di level Eropa di masa mendatang.

Read Entire Article
Bisnis | Football |